Sejarah
Jati Diri Institusi
Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia (DTK UI) merupakan salah satu departemen di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Saat ini, DTK UI menyelenggarakan pendidikan untuk program pendidikan S1 (Reguler, Ekstensi, dan Kelas Internasional), S2, dan S3. Dalam perjalanannya sampai saat ini, DTK UI telah banyak mengalami perubahan dan perbaikan demi menghasilkan sarjana-sarjana yang berkualitas sesuai tuntutan jaman. Beberapa momentum perubahan penting sepanjang perjalanan DTK UI adalah:
1. Berdirinya Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia (TGP) FTUI (1985)
Berdirinya Departemen Teknik Kimia berawal dari Program Studi Teknik Gas (PSTG) yang lahir pada tahun 1981 di Departemen Metalurgi atas permintaan PERTAMINA berkenaan dengan kebutuhan nasional akan sarjana teknik yang mampu dan siap untuk menangani proses pencairan gas bumi. Mahasiswa PSTG berasal dari Departemen Teknik Metalurgi, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro (FTUI), serta dari Departemen Fisika dan Kimia (FMIPA UI). Pada tahun yang sama lahir pula Program Studi Teknik Kimia (PSTK) di Departemen Teknik Mesin.
Adanya kesamaan pada inti program studi dan aktivitas keteknikan pada kedua program studi tersebut, maka tercetuslah rencana untuk membuka jurusan baru yang meggabungkan ke dua program studi tersebut. Pada tahun 1985, PSTG dan PSTK digabung menjadi Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia (TGP) dan mulai menerima mahasiswa dari semester pertama melalui seleksi nasional yang saat itu bernama Sipenmaru (Seleksi Peneriman Mahasiswa Baru).
Pada awalnya, mata kuliah akademik TGP FTUI dibuat untuk mencukupi kebutuhan mendesak akan insinyur yang mampu menangani pengolahan dan pengelolaan gas alam (di bagian hulu) dan industri petrokimia (di bagian antara). Dengan meningkatnya kebutuhan akan insinyur yang kompeten dalam menangani industri kimia atau industri lainnya di seluruh Indonesia, TGP FTUI telah membuktikan kapasitasnya untuk mengembangkan diri sendiri dan mengadaptasi inti dari Program Pendidikan Teknik Kimia secara utuh.
2. Perubahan Program Studi menjadi Teknik Kimia (1996)
Pada awalnya, jurusan Teknik Gas dan Petrokimia (TGP) FTUI dikelompokkan ke dalam kelompok Program Studi Teknik Gas dan Petrokimia (PSTGP) berdasarkan SK Ditjen Dikti tahun 1989. Seiring dengan berjalannya waktu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (Dirjen DIKTI - DEPDIKBUD) secara resmi menetapkan Jurusan TGP FTUI sebagai Program Studi Teknik Kimia atau PSTK UI pada tahun 1996. Sejak saat itu, peran serta dan keterlibatan TGP FTUI dalam dunia Teknik Kimia di Indonesia semakin jelas dan signifikan.
Pada tahun 2003, berdasarkan Aturan Rumah Tangga (ART) UI BHMN, setiap jurusan di lingkungan UI berubah menjadi departemen. Dengan demikian berubahlah Jurusan TGP menjadi Departemen Teknik Gas dan Petrokimia FTUI dengan program studi Teknik Kimia.
3. Perubahan menjadi DTK UI (2006)
Keberadaan Departemen TGP FTUI di satu sisi memang menguntungkan karena merupakan satu-satunya jurusan maupun departemen di Universitas yang ada di Indonesia. Selain itu, kekhususan yang disandang oleh nama departemen tersebut mencerminkan spesialisasi ilmu yang diajarkan di Departemen TGP FTUI. Di sisi lain, ada beberapa kerugian yang diderita oleh Departemen TGP, antara lain tidak adanya benchmark atau pembanding baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu pula, mengingat program studi yang ada di Departemen TGP adalah program studi teknik kimia tercetuslah keinginan untuk berubah menjadi Departemen Teknik Kimia. Keinginan ini, tidak terlepas pula dari saran dan masukan beberapa alumni TGP yang merasakan beberapa kendala yang dihadapi saat memasuki beberapa bidang lapangan kerja. Maka sejak 31 Juli 2006, berdasarkan SK Rektor Universitas Indonesia, Departemen Teknik Gas dan Petrokimia resm berubah menjadi Departemen Teknik Kimia.
4. Pembukaan Program Studi Teknologi Bioproses (2008)
Perkembangan ilmu dan teknologi di tingkat global tidak terlepas dari pantauan dan pengamatan para civitas akademika di DTK-UI, salah satunya adalah bidang Teknologi Bioproses. Teknologi Bioproses merupakan salah satu bidang yang erat kaitannya dengan Teknik Kimia. Di tingkat global, teknologi bioproses ini telah lama menjadi perhatian yang serius, terutama di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Singapura bahkan Malaysia. Keseriusan tersebut dibuktikan dengan membuka jurusan maupun departemen, fakultas bahkan sekolah khusus bidang teknologi bioproses.
Akan tetapi di tingkat nasional, hal ini belum menjadi perhatian yang serius. Melihat hal ini, DTK UI mendorong pihak Universitas Indonesia yang memiliki visi Toward Research University untuk membuka program studi baru di DTK UI yaitu Program Studi Bioproses. Hal ini sangat memungkinkan mengingat DTK UI memiliki kapasitas yang memadai dalam membuka program studi baru ini, seperti jaringan DTK UI dengan institusi yang berhubungan dengan bioproses serta banyaknya dosen dan tenaga ahli yang menguasai bidang bioproses. Selain itu, di lingkungan DTK UI telah lama ada grup riset bioproses, sehingga sangat memungkinkan untuk memfasilitasi terbentuknya Program Studi Teknologi Bioproses.
Dengan alasan tersebut dan kemauan yang kuat dari pihak DTK FTUI, keluarlah SK Rektor Universitas Indonesia pada tahun 2008, yang menyatakan dibukanya program studi baru di DTK FTUI yaitu Program Studi Teknologi Bioproses (PSTB). Dengan demikian, sampai tahun 2008, DTK UI sudah memiliki dua pogram studi, yaitu Program Studi Teknik Kimia (PSTK) yang diketuai oleh Prof.Dr.Ir. Widodo Wahyu Purwanto,DEA dan Program Studi Teknologi Bioproses (PSTB) yang diketuai oleh Dr.Ir. Heri Hermansyah, MEng.
Secara kronologis perkembangan DTK-FTUI dapat ditampilkan pada Gambar

1981-1996
Masa pengembangan dari departemen dan sumber daya manusia untuk menjalankan kegiatan akademik.
1996-2006
Periode untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian dengan beberapa prestasi:
- Terakreditasi A untuk Sarjana dan Program Magister untuk program studi Teknik Kimia di Universitas Indonesia.
- Diberikan oleh Bank Dunia / Diknas (Departemen Pendidikan Nasional) proyek QUE untuk meningkatkan pembelajaran dan kualitas penelitian dan untuk meningkatkan kualitas staf akademik.
- Peningkatan jumlah dana penelitian yang diperoleh oleh anggota staf akademik Departemen Teknik Kimia UI yang berasal dari universitas luar, sehingga kegiatan penelitian di departemen itu meningkat secara signifikan.
- Peningkatan kegiatan belajar di departemen melalui metode pembelajaran aktif.
- Pendirian Abet (Badan Akreditasi Rekayasa dan Teknologi) kurikulum berbasis kompetensi untuk memperkuat soft skill lulusan.
Praktek yang baik dan kegiatan penelitian pada periode ini mapan. Kualitas lulusan dari Departemen Teknik Kimia UI secara signifikan meningkat seperti yang ditunjukkan oleh studi lebih pendek, lebih tinggi IPK, gaji pertama lebih tinggi dan waktu tunggu pendek untuk mendapatkan pekerjaan pertama.
2007 - Sekarang
Periode untuk meningkatkan reputasi, di mana Program Doktor di Departemen Teknik Kimia dimulai pada 2007, sehingga departemen yang memiliki banyak gelar lengkap pendidikan tinggi dari sarjana untuk program master dan doktor. Sejak 2008, Program Studi Teknik Bioproses telah didirikan di ChED untuk meningkatkan peran departemen dalam era bioteknologi. Jumlah mahasiswa yang masuk di departemen meningkat dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dinamik di masa depan. Periode ini ditandai dengan peningkatan output baik kuantitas dan kualitas lulusan, penelitian produk serta pendapatan departemen. Langkah berikutnya adalah untuk memperkuat reputasi departemen ke publik dan pemangku kepentingan lainnya. Indikator kinerja untuk keberhasilan kegiatan sebagai berikut:
- Meningkatkan jumlah penelitian dan publikasi ilmiah internasional
- Meningkatkan kerja sama antara departemen dan industri di daerah penelitian, konsultasi dan pemanfaatan hasil penelitian,
- Meningkatkan kolaborasi antara departemen dan lembaga-lembaga internasional,
Diharapkan bahwa departemen akan menjadi Jurusan Teknik Kimia yang diakui sebagai pusat keunggulan pendidikan dan penelitian dalam lima tahun ke depan.
